Jumat, 11 November 2011
MENGINTIP Museum Doraemon di Tokyo YUKZ....
Bagi Anda penggemar tokoh Doraemon, bisa bernostalgia. Kini sebuah museum Doraemon didirikan di pinggiran Kota Tokyo.
Museum itu juga menampilkan sang pengarangnya, Fujiko F. Fujio. Baik Fujiko dan Doraemon merupakan inspirasi bagi film seri animasi dan dicintai di seluruh dunia.
Di museum tersebut mengkoleksi 50 ribu barang, yang sebagian besar adalah gambar asli Doraemon, serta meja yang selalu digunakan Fujio untuk berkarya, hingga dia meninggal dunia pada 1996.
Bangunan museum itu juga dilengkapi dengan bioskop kecil dan coffeshop.
Doraemon dikirim ke masa lalu untuk menolong seorang bocah bernama Nobita agar tidak gagal di kehidupannya dikemudian hari, dan agar anak cucunya terhindar dari kemiskinan.
Doraemon terkadang menggunakan peralatan dari masa depan untuk memecahkan masalah Nobita. Banyak episode serial kartun ini memberikan pelajaran moral yang berharga.
"Saya sendiri meyakini bahwa meski anak-anak di seluruh dunia membaca dan menikmati Doraemon anak-anak, tetaplah anak-anak," ujar istri Fujio, Masako Fujimoto.
Doraemon diterjemahkan hingga ke lebih dari 30 bahasa dan masih populer hingga kini. Doraemon pun terpilih sebagai duta budaya kartun untuk Jepang pada tahun 2008.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/8/2011), museum Doraemon baru akan diresmikan tepatnya pada tanggal 3 September mendatang.(rhs)
Museum itu juga menampilkan sang pengarangnya, Fujiko F. Fujio. Baik Fujiko dan Doraemon merupakan inspirasi bagi film seri animasi dan dicintai di seluruh dunia.
Di museum tersebut mengkoleksi 50 ribu barang, yang sebagian besar adalah gambar asli Doraemon, serta meja yang selalu digunakan Fujio untuk berkarya, hingga dia meninggal dunia pada 1996.
Bangunan museum itu juga dilengkapi dengan bioskop kecil dan coffeshop.
Doraemon dikirim ke masa lalu untuk menolong seorang bocah bernama Nobita agar tidak gagal di kehidupannya dikemudian hari, dan agar anak cucunya terhindar dari kemiskinan.
Doraemon terkadang menggunakan peralatan dari masa depan untuk memecahkan masalah Nobita. Banyak episode serial kartun ini memberikan pelajaran moral yang berharga.
"Saya sendiri meyakini bahwa meski anak-anak di seluruh dunia membaca dan menikmati Doraemon anak-anak, tetaplah anak-anak," ujar istri Fujio, Masako Fujimoto.
Doraemon diterjemahkan hingga ke lebih dari 30 bahasa dan masih populer hingga kini. Doraemon pun terpilih sebagai duta budaya kartun untuk Jepang pada tahun 2008.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/8/2011), museum Doraemon baru akan diresmikan tepatnya pada tanggal 3 September mendatang.(rhs)
Jumat, 07 Oktober 2011
Peralatan Doraemon
Kantong Ajaib
Adalah sebuah kantong 4 dimensi yang tertempel di perut Doraemon, kantong ini dapat menyimpan semua alat-alat Doraemon tanpa batas, bahkan semua barang-barang dikamar Nobita. Doraemon juga menyimpan sebuah kantong ajaib cadangan di lemari tempat ia tidur. Di lubang kantung ini terdapat sebuah alat pendeteksi imajinasi sehingga apabila ingin mengambil suatu alat, Doraemon akan membayangkan bentuk dari benda tersebut. Alat pendeteksi imajinasi akan mencari benda tersebut dan akan memberikannya ke tangannya.
Adalah sebuah kantong 4 dimensi yang tertempel di perut Doraemon, kantong ini dapat menyimpan semua alat-alat Doraemon tanpa batas, bahkan semua barang-barang dikamar Nobita. Doraemon juga menyimpan sebuah kantong ajaib cadangan di lemari tempat ia tidur. Di lubang kantung ini terdapat sebuah alat pendeteksi imajinasi sehingga apabila ingin mengambil suatu alat, Doraemon akan membayangkan bentuk dari benda tersebut. Alat pendeteksi imajinasi akan mencari benda tersebut dan akan memberikannya ke tangannya.
- Mesin Waktu
Sejarah Doraemon
Doraemon (ドラえもん) adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio (藤子・F・不二雄) sejak tahun 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita (野比のび太) yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial — yang akan terjadi di masa depan — yang disebabkan karena kebodohan Nobita.
Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya "baling-baling bambu" dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.
Tokoh-Tokoh Dalam Doraemon :
Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya "baling-baling bambu" dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.
Tokoh-Tokoh Dalam Doraemon :
- Doraemon, (ドラえもん).
DORAEMON
Akhir cerita
Sejak tahun 1980-an, banyak sekali bermunculan cerita dan spekulasi tentang akhir kisah Doraemon.
* Kisah pertama —dan paling optimistik— dipublikasikan oleh Nobuo Satu beberapa tahun yang lalu. Diceritakan suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan baterai pendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya; termasuk tentang Nobita.
Sejak tahun 1980-an, banyak sekali bermunculan cerita dan spekulasi tentang akhir kisah Doraemon.
* Kisah pertama —dan paling optimistik— dipublikasikan oleh Nobuo Satu beberapa tahun yang lalu. Diceritakan suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan baterai pendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya; termasuk tentang Nobita.
Langganan:
Postingan (Atom)





